Wednesday, January 3, 2018

Jangan Lupa Mencicipi Aneka Kuliner Ini Saat Mampir ke Kota Tegal

Hal apa yang terbayang di benak Anda saat mendengar kata “Tegal”? Mungkin Anda langsung membayangkan warung Tegal yang banyak terdapat di ibu kota. Padahal makanan khas Tegal lebih beragam dan tak kalah lezat daripada menu-menu yang ada di warung Tegal. Anda hanya perlu menyiapkan tiket kereta api jika ingin mengunjungi Kota Tegal dalam waktu dekat.

Kupat Glabed (Foto: masakandapurku.com)

Jika sudah berada di Tegal nanti, jangan lupa mencicipi aneka kuliner berikut ini. Anda pasti akan ketagihan dan ingin kembali lagi ke Tegal di lain waktu untuk menyantapnya lagi.

Kupat Glabed

Kalau dilihat sekilas, kupat glabed memang mirip dengan olahan ketupat lainnya. Namun, kupat glabed memiliki kuah yang lebih kental dan ditaburi topping kerupuk kuning. Biasanya kupat glabed paling pas dinikmati dengan tambahan sate kikil dan sate kerang.

Kupat Bongkok

Selain kupat glabed, ada pula kupat bongkok yang tak kalah lezat. Bahan dasar kupat bongkok terbuat dari ketupat dan tempe bosok khas Tegal. Karena tempe bosok sulit ditemukan di tempat lain, tentu saja kupat bongkok menjadi makanan khas Tegal yang istimewa dan cita rasanya berbeda dengan menu kupat di daerah lain.

Kemronyos

Apa itu kemronyos? Kemronyos adalah olahan sate kambing khas Tegal. Sate kambing ini tidak diberi bumbu ketika dibakar. Sehingga cita rasanya benar-benar menonjolkan rasa asli daging kambing yang bebas bau amis. Seporsi kemronyos biasanya disajikan dengan nasi hangat dan pelengkap berupa sambal dan acar.

Olos

Kudapan yang satu ini paling cocok disantap selagi hangat. Olos terbuat dari bahan dasar berupa tepung kanji dan tepung terigu dan diberi isian kol, daun bawang, cabai, dan tambahan bumbu penyedap lainnya.

Nasi Ponggol

Nasi ponggol merupakan menu sarapan pagi yang populer di Tegal. Biasanya seporsi nasi ponggol terdiri dari nasi dan sambal goreng tempe yang dibungkus dengan daun pisang. Nasi ponggol juga sering dipadukan dengan varian lauk lainnya seperti cumi hitam dan aneka tumisan sayur.

Sauto Tauco

Soto berbahan dasar tauco tidak hanya terdapat di Pekalongan saja. Rasa dan aroma yang berasal dari tauco membuat jenis soto khas Tegal ini jadi berbeda. Sauto tauco terdiri dari bahan isian berupa suwiran daging ayam, potongan babat rebus, tauge, bawang goreng, dan daun bawang. Semua bahan isian tersebut kemudian disiram dengan kuah berbumbu tauco yang masih panas.

Tahu Aci

Tahu aci adalah salah satu kudapan khas Tegal yang mulai populer di kota-kota lain. Bagian tengah tahu dibelah dan diisi dengan adonan aci dan bumbu penyedap. Sensasi rasa lembut tahu akan berpadu dengan kenyalnya adonan aci. Seporsi tahu aci hangat sangat cocok disantap dengan pelengkap berupa sambal kecap cabai rawit.

Rujak Teplak

Banyak bahan dasar rujak teplak yang tidak dapat Anda temukan pada hidangan lain. Rujak teplak terdiri dari campuran kangkung, daun ubi jalar, jantung pisang, lembayung, daun pepaya, daun singkong, pare, dan timun. Bumbu rujak teplak terbuat dari campuran singkong rebus, cabai merah, garam, terasi, dan gula merah. Rujak khas Tegal ini paling sedap disantap dengan tambahan kerupuk mie.

Sekarang Anda pasti sudah tak sabar ingin mencicipi berbagai menu istimewa khas Tegal. Jalan-jalan ke Tegal naik kereta api jadi semakin seru bila Anda sudah punya tujuan wisata kuliner yang akan Anda datangi. Selamat berwisata kuliner!

Sunday, October 29, 2017

Berhati-hatilah dengan Penguntit di Dunia Digital

IBX59F68AA473B4B Penguntit, atau mungkin kamu lebih familiar dengan istilah bahasa Inggrisnya yaitu stalker, adalah salah satu oknum yang kamu harus berhati-hati dengannya. Di dunia digital ini apa saja dengan mudah dicari jika memang informasinya tersedia. Oleh karena itu, salah satu bentuk penjagaan diri dari penyalahgunaan yang dilakukan orang lain terhadap data-data digitalmu, kamu harus membatasi apa saja yang dibagi di internet.


Tidak semua yang membuatmu senang atau membanggakan layak kamu bagikan di internet. Banyak sekali orang yang tidak bertanggung jawab akan dengan mudah menyalahgunakannya jika kamu membagikan banyak hal tentang hidupmu. Apalagi di era media sosial ini, banyak sekali kasus akun kloning yang seakan seperti akun asli yang punya banyak foto. Ini akibat terlalu mudah membagikan ke banyak orang. Sebenarnya sih media sosial sudah memberikan fitur privasi yang hanya bisa diketahui oleh beberapa orang terdekat saja. Namun, sepertinya banyak orang yang acuh dengan fitur pengamanan ini.

Saya sendiri untuk menghindari kelakukan penguntit yang menyebalkan ini, saya berkomitmen untuk membatasi jumlah foto yang saya unggah di internet. Kebanyakan yang saya unggah adalah avatar atau gambar lainnya untuk foto profil. Hal ini bukan karena saya tidak percaya diri dengan wajah saya sendiri, namun lebih ke arah tindakan preventif dari untitan para penguntit yang berbahaya di dunia digital.

Tak sebatas itu, saya juga mengingatkan keluarga atau teman terdekat saya mengenai pentingnya menjaga privasi di internet. Jangan sampai kehidupan kita diunggah semua di internet. Suatu saat penyesalan itu akan datang jika kita tak punya privasi sama sekali. Bukan tidak mungkin akan banyak hal yang tidak menyenangkan seperti penipuan mengatasnamakan dirimu yang dilakukan orang lain bisa terjadi, kasus edit dan crop foto yang tidak senonoh, santet via foto, atau hal lainnya yang lebih parah.

Maka dari itu, berhati-hatilah mulai saat ini. Bijaklah dalam bermedia sosial. Menghindari madhorot (kejelekan) yang lebih besar itu harus diutamakan daripada mengambil manfaat yang kecil.

Monday, October 23, 2017

Pribumi atau Bukan?

Beberapa saat yang lalu, dunia digital diributkan dengan istilah pribumi atau nonpribumi. Sebenarnya ini pembahasan yang tidak terlalu penting. Namun, karena memang Digital Monkey ini adalah blog yang tergelantung di dunia digital, maka rasanya sedikit perlu untuk membahas hal ini.


Kalau dilihat pengertian pribumi di Wikipedia akan kita dapati bahwa pribumi adalah penduduk asli suatu wilayah. Lahir di sana dengan keadaan orang tuanya juga lahir di tempat itu. Ini definisi yang sangat mudah dipahami menurut saya.

Namun, karena wajah yang berbeda ini, yang satu berkelopak, lainnya tidak berkelopak; ini terkadang menimbulkan musykilat tersendiri. Apalagi sejak perseteruan politik di tahun 2014, masalah rasis ini mulai meruncing di dunia digital.

Paling mudah untuk menentukan pribumi atau bukan, kamu bisa langsung menghitung sendiri. Apakah kamu lahir di daerah itu? Apakah orang tuamu juga lahir di tempat itu? Apakah kamu berbahasa dengan bahasa daerah itu? Apakah ada ikatan batin bahwa daerah itu adalah tanah airmu dan pantas kamu bela hingga tertumpah darah? Jika ya, berarti kamu pribumi. Karena memang beberapa ciri pribumi seperti yang saya sebutkan tadi. Seseorang secara fitrah pasti mencinta tanah airnya.

Namun, jika patokan menentukan pribumi dengan menarik garis pertama kali yang menempati; tentu saja manusia ini juga bukan pribumi. Faktanya, Nabi Adam juga bukan asli penduduk bumi, namun asli penduduk Surga.